MediaJawa - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Amuntai, Kalimantan Selatan, memantik semangat kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui program pembinaan yang unik: pengembangan UMKM kuliner. Inisiatif ini tak hanya memberikan keterampilan memasak, tetapi juga menanamkan jiwa wirausaha dan harapan untuk masa depan yang lebih baik.
Berbagai menu lezat kini dihasilkan dari dapur UMKM Lapas Amuntai, berkat pelatihan intensif yang diberikan kepada WBP. Mulai dari aneka jajanan pasar hingga makanan berat, semua diolah dengan tangan terampil para WBP yang di pasarkan langsung di depan Kantor Lapas Kelas IIB Amuntai, yang menjadi daya tarik warga untuk bisa meramaikan UMKM Lapas Amuntai.
Kasubsi Giatja, Suprapto mengatakan "Selain teknik memasak, para WBP yang di tugaskan untuk menggerakkan UMKM tersebut mereka juga diajarkan manajemen usaha, mulai dari pengadaan bahan baku hingga strategi pemasaran"
"Program ini bukan sekadar pelatihan masak-memasak," jelas Kepala Lapas Kelas IIB Amuntai, Yosef. "Kami ingin menumbuhkan jiwa wirausaha di kalangan WBP, agar mereka memiliki bekal keterampilan dan mental yang kuat untuk memulai usaha sendiri setelah bebas nanti."
Ke depannya, produk kuliner hasil karya WBP Lapas Amuntai direncanakan akan dipasarkan secara luas, dan dengan produk yang lebih banyak baik melalui penjualan langsung maupun kerjasama dengan pihak eksternal. Langkah ini diharapkan dapat memberikan penghasilan tambahan bagi WBP, meningkatkan rasa percaya diri, dan menjadi bukti nyata bahwa pembinaan di Lapas Amuntai tak hanya berfokus pada hukuman, tetapi juga pada pemulihan dan pemberdayaan. Harapannya, program ini dapat menjadi contoh bagi lapas lain dalam upaya menciptakan kemandirian dan masa depan yang lebih cerah bagi WBP.
- Lapas Amuntai